UEFA tegaskan kepercayaan pada Infantino sudah habis dan janjikan calon presiden FIFA alternatif
UEFA menyatakan kepercayaan terhadap Gianni Infantino tak bisa dipulihkan dan berjanji mencari calon presiden FIFA alternatif bersama AFC dan Concacaf.
Jalalive — Konfrontasi terbuka antara dua institusi paling berpengaruh di sepak bola dunia mencapai titik paling tajam. Komite Eksekutif UEFA secara resmi menyatakan bahwa kepercayaan yang dibutuhkan untuk menjalankan jabatan Presiden FIFA telah runtuh dan tidak lagi dapat dipulihkan, sekaligus berjanji menghadirkan calon alternatif apabila Gianni Infantino tetap maju pada pemilihan berikutnya.
Pernyataan keras tersebut dirilis pada Jumat (28/8/2026), hanya berselang beberapa jam setelah UEFA mengajukan permohonan discovery ke pengadilan di Florida, Colorado, dan New York.
Skema FFE Menjadi Akar Perseteruan
Sumber persoalan adalah rencana FIFA Forward Enterprise (FFE), skema penjualan 21 persen saham Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta yang belakangan dibatalkan.
Bagi UEFA, pembatalan itu tidak menghapus persoalan mendasar yang telanjur terungkap.
"Skema tersebut memperlihatkan kegagalan penilaian yang mendalam, penyalahgunaan kekuasaan kepresidenan, dan konsepsi kepemimpinan yang tidak sejalan dengan tugas jabatan tertinggi di sepak bola dunia," demikian bunyi pernyataan Komite Eksekutif UEFA.
Badan sepak bola Eropa itu menuntut seluruh dokumen terkait FFE diserahkan untuk ditinjau secara independen oleh pihak eksternal.
"FIFA tidak dapat menyelidiki dirinya sendiri lalu berharap komunitas sepak bola begitu saja menerima kesimpulannya," lanjut pernyataan tersebut.
"Kepercayaan Itu Telah Rusak dan Tidak Bisa Dipulihkan"
Bagian paling menentukan dari pernyataan UEFA menyentuh langsung legitimasi Infantino sebagai pemimpin FIFA.
"Kepercayaan yang dibutuhkan untuk menjalankan jabatan Presiden FIFA telah rusak dan tidak dapat dipulihkan hanya dengan menarik satu proposal, memberikan jaminan, atau menjanjikan reformasi setelah semuanya terjadi," tegas pernyataan itu.
"Sepak bola dunia kini membutuhkan kepemimpinan baru yang mampu membangun kembali kepercayaan tersebut," tambahnya.
UEFA menyatakan, apabila Infantino tetap mencalonkan diri, mereka akan bekerja sama dengan sekutu konfederasi mereka — AFC dan Concacaf — untuk mencari "alternatif yang kredibel", yakni sosok yang berkomitmen pada integritas, akuntabilitas, pembangunan, serta perubahan institusional yang sungguh-sungguh.
Mandat Penuh untuk Ceferin
Komite Eksekutif UEFA memberikan mandat kepada Presiden Aleksander Ceferin dan jajaran eksekutifnya untuk menempuh seluruh jalur yang tersedia demi mendorong reformasi.
Mandat itu mencakup jalur institusional, politik, hingga hukum, dengan tujuan mengembalikan batas kewenangan presiden dan memastikan FIFA kembali dikelola sebagai institusi, bukan di sekitar satu individu.
Ceferin sendiri telah menegaskan pada pekan sebelumnya bahwa dirinya tidak berminat mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA, dengan alasan kredibilitasnya justru lebih terjaga jika ia tidak mengincar jabatan tersebut.
Dengan demikian, calon alternatif yang dijanjikan UEFA hampir pasti berasal dari luar Nyon.
Isu Dana Pembangunan dan Sikap Konfederasi Lain
UEFA juga menyinggung tudingan bahwa dana hibah milik federasi anggota digunakan sebagai alat tekanan politik.
"Pembangunan adalah kewajiban institusional, bukan pemberian presiden," demikian penegasan mereka, seraya menambahkan bahwa tidak ada federasi anggota yang boleh dipaksa memilih antara sumber daya yang menjadi haknya dan kebebasan menentukan sikapnya sendiri.
Sikap tersebut sekaligus menjelaskan posisi UEFA yang menolak membingkai krisis ini sebagai perebutan kekuasaan Eropa atas FIFA.
"Posisi UEFA tetap tegas: baik itu Piala Dunia maupun turnamen Under-15, kompetisi FIFA tidak untuk dijual. Begitu pula tata kelola olahraga kita," bunyi pernyataan tersebut.
Di sisi lain, dukungan terhadap Infantino mulai terdengar lebih hati-hati, termasuk dari Federasi Sepak Bola Arab Saudi yang menyerukan dialog dan persatuan alih-alih pembelaan penuh.
Babak berikutnya dari perseteruan ini akan bergantung pada dua hal: hasil permohonan hukum UEFA di pengadilan Amerika Serikat, dan apakah Infantino benar-benar mengajukan diri kembali menjelang Kongres FIFA.